mungkin SAAT itu kau memang menyakitkan hatiku tetapi saat ini aq senang karena diantara kita tidak ada perselisihan lagi.diantara kita telah terungkap kata maaf dari lubuk hati paling dalam.
ku TELAH berkata " maafkan aq teman,kamu maafkan aku kan?"
kaupun menjawab dengan kata2 yang membuat hatiqu sejuk"ya aku juga memaaafkanmu tp kamu juga maafkan aq juga"
sekarang aq g benci lagi ma alat muyzik guitar so aq kan selalu mendukung kamu bila kamu main alat ini.......cayooooooo..........................
semoga kamu akan sukses dalam bidang muyzik.....................tetapi aq hny bisa mndukungmu gak lebih.......
aq kan berusaha menjadi teman terbaikmu n aq kan mencoba untuk membantumu dlm mslhmu.......
THANKZZZZZZZZZZZZZZZZZ A_01_03=95
semua yang aq tulis disini................tu semua curahan hatiku...
Kamis, 25 Juni 2009
thank'z teman
Diposting oleh L0v3 e4rTh di 20.33 0 komentar
Minggu, 21 Juni 2009
fisikaq asyikkkk
Mungkin dari sebagian orang menyangka pelajaran fisika itu ribet,harus ngafalin rumuslah n harus pake lokgika bangeeeetttttttt...............
sebenernya sih enggak kayak gitu,,,,,,fisika itu asyik banget loh.........apalagi ada percobaan yang seruuuuuuuuuuuu.
Aku sukanya poelajaran fisika cz pelajaran ini dapat membuatq menemukan hal yang baru dan mmbuatq berfikir lebih logika.APALGI tentang bab bunyi....
ehhhhhhhhhhhhh.kenapa ya koq ngelantur ke arah situ.....gak nyambung dehhhhhhh
pokoknya yang paling harus diingat fisika perlu yang dapat membuat qt pintar n jadi ilmuwan.......
Diposting oleh L0v3 e4rTh di 19.19 0 komentar
BeLAJAR muSik
Sangat salah jika terdapat anggapan bahwa musik hanyalah milik para musisi profesional atau akademisi. Hampir seluruh celah-celah kehidupan manusia telah diisi dengan musik sejak beribu tahun lalu. Mulai dari upacara peribadatan hingga gemerlapnya hiburan malam. Kini, ketertarikan masyarakat terhadap musik kian besar. Tak hanya mendengar dan menikmati, minat untuk belajar musik saat ini sangat tinggi. Namun bagaimanakah sebaiknya, cara mempelajari musik? Ke lembaga pendidikan musik, private di rumah, atau otodidak? berikut ini Tips untuk anda.
Otoodidak vs Akademis ?
Di negeri ini sebagian besar musisi yang sukses dalam industri musik adalah seorang otodidak. Sementara musisi akademis sangat jarang terlihat(Les Gitar). Betulkah persoalan otodidak vs akademis adalah persoalan hitam vs putih? Tentu tidak sesederhana itu. Tetapi persoalan itu akan dibahas lain kali. Tetapi kenyataannya adalah bahwa mereka yang mengaku otodidak sebenarnya juga menggunakan ilmu-ilmu akademis meskipun tanpa disadarinya.
Persoalan otodidak-akademis adalah persoalan duluan mana antara ayam-telur. Maka mari singkirkan dahulu perdebatan tentang “ayam-telur” tersebut. Yang lebih penting kali ini adalah bagaimana menjadi seorang otodidak yang sukses? (tentu saja kata sukses disini bukan berarti sukses secara materi tetapi sukses mendapat ilmu).
Syarat utama untuk seorang otodidak adalah kemauan keras. Karena untuk mendapatkan sebuah ilmu seseorang otodidak harus “mencari sendiri”. Berbeda dengan kondisi dalam sebuah lembaga pendidikan (Gitar Lesson ). Apa saja yang harus dipelajari hingga tahapan materi yang mesti dipelajari telah disusun secara sistematis (Meskipun banyak juga lembaga pendidikan musik yang sama sekali tidak memiliki sistem pengajaran. Ini parah sekali). Tetapi sesungguhnya materi yang akan dipelajari oleh otodidak maupun akademis adalah sama. Maka kuncinya adalah pahami dahulu “petanya” agar tidak tersesat. Jika belajar dengan buku, bedakanlah antara buku yang memberi ilmu secara “instan” dengan buku yang membahas suatu masalah dari pokok persoalannya. Hal ini hampir sama dengan ungkapan: berilah kail jangan Cuma ikan. Dengan pengetahuan yang mengakar membuat banyak persoalan menjadi jauh lebih mudah dipecahkan. Berbeda dengan pengetahuan yang bersifat instan yang hanya memberi satu jawaban untuk satu persoalan.
Lembaga Pendidikan (Les Harmonica) atau Private dirumah Bagi yang belajar musik di lembaga pendidikan, tempat kursus, ataupun private di rumah seperti Belajar Gitar, Les Saxophone, dan Belajar Harmonica tentu bebannya jauh lebih sedikit. Karena materi telah dipersiapkan. Sehingga siswa tinggal berkonsentrasi menerima pelajaran yang diberikan. Tetapi perlu diwaspadai, karena tidak semua lembaga pendidikan musik (Belajar Gitar) memiliki SDM dan sistem yang kredibel. kesuksesan sebuah proses belajar mengajar tergantung dari tiga faktor: pendidik, anak didik, dan sistem pengajarannya.
Jadi belajar di manapun, asalkan ketiga faktornya mendukung, tentu hasilnya akan memuaskan. Persoalannya kemudian adalah, bagai mana cara mengetahui (terutama) seorang pendidik musik dan sistem pengajarannya cukup bagus? Seorang pemain yang bagus belum tentu dapat menjadi pendidik yang bagus. Sebelum memutuskan untuk belajar pada lembaga pendidikan tertentu atau seseorang yang dapat mengajar musik (Gitar Lesson ), lebih baik tanyakan dahulu tentang silabus pengajarannya, karena belajar musik sepeti Les Gitar dan Les Flute memerlukan perhatian yang intensif bagi pendidik musik.
Misalnya untuk siswa tingkat pemula:
1. Untuk tingkat pemula akan mendapat materi apa saja?
2. Teknik apa saja yang harus dikuasai seorang pemula?
3. Aplikasi dari teknik tersebut minimal diterapkan dalam lagu setingkat apa?
Begitu pula untuk siswa lanjut, ajukanlah pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan. Dari cara menjawabnya tentu akan kelihatan apakah seorang pendidik siap dengan materi dan sistem pengajaran yang baik apa tidak? Jika telah mendapatkan pendidik dan sistem yang bagus kini siswa tinggal berkonsentrasi menerima pelajaran dengan seksama. Di lembaga pendidikan (Sexophone Lesson, )ataupun privat dirumah, sama baiknya jika SDM dan sistemnya bagus. Perbedaannya adalah jika di lembaga pendidikan (Belajar Sexophone, )yang telah resmi, siswa akan mendapat sertifikat kelulusan sementara jika privat di rumah tentu tidak. Tetapi privat dirumah memberikan suasana lebih santai. Sehingga berpengaruh pada kenyamanan belajar, yang kaitannya adalah kualitas penangkapan materi oleh siswa.
Diposting oleh L0v3 e4rTh di 19.17 0 komentar
EHM..................................cOKlat
Kata coklat berasal dari xocoatl (bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Suku Aztec dan Maya di Mexico percaya bahwa Dewa Pertanian telah mengirimkan coklat yang berasal dari surga kepada mereka. Cortes kemudian membawanya ke Spanyol antara tahun 1502-1528, dan oleh orang-orang Spanyol minuman pahit tersebut dicampur gula sehingga rasanya lebih enak. Coklat kemudian menyebar ke Perancis, Belanda dan Inggris. Pada tahun 1765 didirikan pabrik coklat di Massachusetts AS.
Sering timbul pertanyaan seberapa banyak kita boleh mengkonsusmi coklat? Tidak ada anjuran gizi yang pasti untuk ini, namun demikian makan coklat 2-3 kali seminggu atau minum susu coklat tiap hari kiranya masih dapat diterima. Prinsip gizi sebenarnya mudah yaitu makanlah segala jenis makanan secara moderat. Masalah gizi umumnya timbul bila kita makan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
| Zat Gizi | Coklat Susu | Coklat Pahit |
| Energi (Kal) | 381 | 504 |
| Protein (g) | 9 | 5,5 |
| Lemak (g) | 35,9 | 52,9 |
| Kalsium (mg) | 200 | 98 |
| Fosfor (mg) | 200 | 446 |
| Vit A (SI) | 30 | 60 |
Diposting oleh L0v3 e4rTh di 17.31 0 komentar
Flying FOX
he...............................................he.....................................sama aja ya....!!!!!!!
Ya Flying fox ini adalah suatu permainan yang seru tapi berbahaya.tapi....,,,,,,jangan khawatir cz permainan ini aman karena besinya aja mencapai 2,5 ton or 2500 kg n talinya aja beratnya 300 kg.
Flying fox adalah salah satu permainan pada kegiatan outbond untuk melatih keberanian seseorang dimana sang pemain meluncur dari ketinggian tertentu (biasanya 10 meteran) dengan mengandalkan seutas tali.
Gw fikir ini cuma permainan yang biasa-biasa aja, tetapi begitu gw rasain sendiri lumayan serem juga…
Kemarin waktu weekend iseng-iseng gw coba permainan ini. Awalnya gw pengen cobain pas wisata di kenjeran Surabaya, permainan Flying Fox kenjeran tarifnya 10rb perorang doang.
Sebelum memulai permainan, kita mesti menaiki menara yang terdiri dari beberapa anak tangga dan berkapasitas maksimal 4 orang untuk bisa menunggu diatas, lumayan juga lho rasa ngerinya naiki
n menara 5 meteran. Kebetulan gw dapet giliran yang ketiga, waktu gw liat temen gw meluncur kayanya asyik juga nich, ekh begitu pas giliran gw berasa hiiiii-nya, dingin dan menaranya goyang-goyang… kita dipakaikan semacam harness dan helm untuk keselamatan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan dan untuk meluncur ke bawah badan kita diangkat lalu didorong oleh si instruktur…Chiiiiiii’aaaaaaaaaaa…asyik juga ternyata..kalo lo ada kesempatan gw saranin cobain permainan ini, Oce?…
Diposting oleh L0v3 e4rTh di 17.17 0 komentar
Menurut para ilmuwan, cinta pertama yang sudah tertanam tak bisa dihapuskan dari ingatan. Kenangan cinta pertama bisa membuat orang yang mengalami ketagihan lebih kuat dibandingkan narkoba jenis apa pun. Banyak orang dewasa tidak berdaya menahan jatuh cinta lagi kepada dambaan hatinya semasa kecil.
Jadi, jika si mantan adalah cinta pertama pasangan Anda, tak perlu buang-buang energi dan berharap si dia bisa melupakan perempuan itu. Justru yang perlu Anda lakukan adalah membuat pertemuan kembali pasangan dan mantannya tak pernah terjadi
Diposting oleh L0v3 e4rTh di 02.09 0 komentar
Jumat, 19 Juni 2009
pel mtk perlu........
Banyak orang di masa pendidikan dasar dan menengah sangat membenci pelajaran matematika, bahkan sampai saat inipun masih banyak dijumpai siswa yang takut terhadap palajaran matematika.
Menurut Prof Rusgianto, pada proses belajar matematika di sekolah, guru cenderung melakukan 3 hal yaitu guru menuliskan definisi atau teorema beserta buktinya di papan tulis, dilanjutkan contoh penerapan teorema tersebut dalam menyelesaikan soal, sementara siswa mencatat apa yang dijelaskan guru dan contoh penyelesaian soal yang diberikan.
Atau guru menuliskan soal-soal di papan tulis dan siswa diminta mengerjakan, dan ketiga guru meminta siswa untuk menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis.
Kondisi demikian bagi siswa yang pandai tidak merupakan masalah, tetapi bagi siswa yang kurang memiliki kompetensi matematika atau membenci matematika, keikutsertaannya dalam proses belajar mengajar dalam kondisi seperti itu tidak menyenangkan. ''Apalagi jika siswa yang demikian diminta guru untuk menyelesaikan soal di papan tulis, keluar keringat dingin seolah-olah mau pingsan,'' ujarnya.
Karena itulah, lanjut Prof Rusgianto, perbaikan prestasi belajar matematika utamanya di sekolah, perlu dilakukan oleh guru melalui perbaikan sikap siswa terhadap matematika, dan perbaikan kondisi yang mendukung peningkatan kecerdasan emosional menggunakan strategi tertentu dalam mengelola pembelajaran.
Diposting oleh L0v3 e4rTh di 18.19 1 komentar
