Banyak orang di masa pendidikan dasar dan menengah sangat membenci pelajaran matematika, bahkan sampai saat inipun masih banyak dijumpai siswa yang takut terhadap palajaran matematika.
Menurut Prof Rusgianto, pada proses belajar matematika di sekolah, guru cenderung melakukan 3 hal yaitu guru menuliskan definisi atau teorema beserta buktinya di papan tulis, dilanjutkan contoh penerapan teorema tersebut dalam menyelesaikan soal, sementara siswa mencatat apa yang dijelaskan guru dan contoh penyelesaian soal yang diberikan.
Atau guru menuliskan soal-soal di papan tulis dan siswa diminta mengerjakan, dan ketiga guru meminta siswa untuk menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis.
Kondisi demikian bagi siswa yang pandai tidak merupakan masalah, tetapi bagi siswa yang kurang memiliki kompetensi matematika atau membenci matematika, keikutsertaannya dalam proses belajar mengajar dalam kondisi seperti itu tidak menyenangkan. ''Apalagi jika siswa yang demikian diminta guru untuk menyelesaikan soal di papan tulis, keluar keringat dingin seolah-olah mau pingsan,'' ujarnya.
Karena itulah, lanjut Prof Rusgianto, perbaikan prestasi belajar matematika utamanya di sekolah, perlu dilakukan oleh guru melalui perbaikan sikap siswa terhadap matematika, dan perbaikan kondisi yang mendukung peningkatan kecerdasan emosional menggunakan strategi tertentu dalam mengelola pembelajaran.
Jumat, 19 Juni 2009
pel mtk perlu........
kENAPA HARUS BENCI AMA PEL MATEMATIKA SIH? SEPERTI BERITA DI BAWAH INI, PADAHAL KAN..............MATEMATIKA ITU PERLU BANGET........................................................
Hal itu ditandaskan oleh guru besar bidang Teknologi Pendidikan Matematika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Penetahuan Alam (FMIPA) UNY Prof Dr Rusgianto Heri Santosa, ketika menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai guru besar di UNY, di penghujung tahun 2008.
Diposting oleh L0v3 e4rTh di 18.19
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
CiYe..... yaNG LagE kAsmaRan mA MaTH!!!!^_^
Posting Komentar